Kenali Tetenger Lainnya
Tetenger

Tetenger Plataran

Padukuhan Plataran, Selomartani, Kalasan

Informasi Lokasi

Jenis

Tetenger

Status

Aktif

Koordinat Lokasi

Latitude: -7.7144158

Longitude: 110.4629907

Mengenal Tetenger

Dibangun oleh: AKABRI Magelang/AKABRI Umum dan Darat Waktu: 24 Februari 1949

Latar Belakang

Padukuhan Plataran merupakan salah satu lokasi penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa Agresi Militer Belanda II. Pada 24 Februari 1949, terjadi pertempuran antara pasukan Militaire Academie (MA) Yogyakarta dan tentara Belanda di wilayah Plataran. Setelah Belanda menduduki Yogyakarta pada Desember 1948, perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dijalankan secara gerilya. Militaire Academie (MA) Yogyakarta turut andil dalam perjuangan tersebut. Di bawah pimpinan Mayor Sukasno, para kadet dan perwira Militaire Academie bergerak dan berpatroli di wilayah Kaliurang, Kalasan, dan Prambanan, sekaligus membantu, melatih, serta memimpin pasukan gerilya lainnya. Dua hari sebelum peristiwa pertempuran di Plataran, tepatnya pada tanggal 22 Februari 1949, telah terjadi kontak senjata antara Peleton H Militaire Academie (MA) Yogyakarta dan pasukan Belanda di sekitar Sambiroto. Peristiwa tersebut menyebabkan gugurnya Kadet Abdul Djalil yang membawa buku catatan mengenai aktivitas pasukan Militaire Academie (MA). Pasukan Belanda yang membaca buku catatan milik Kadet Abdul Djalil kemudian mengetahui kedudukan para gerilyawan. Untuk menghindari pengejaran pasukan Belanda, maka markas dan pasukan Militaire Academie (MA) Yogyakarta diperintahkan untuk berpindah ke basis-basis baru. Pada dini hari menjelang tanggal 24 Februari 1949, pasukan Militaire Academie (MA) Yogyakarta melakukan serangkaian serangan terhadap pasukan Belanda di wilayah Bogem dan Prambanan. Setelah itu, sejumlah pasukan kemudian bergerak menuju basis masing-masing. Dalam perjalanan, Peleton Z berhenti di Plataran untuk mengamati situasi karena mendengar suara tembakan. Beberapa anggota pasukan lain seperti pasukan AURI serta sejumlah perwira alumni Militaire Academie (MA) kemudian bergabung di lokasi tersebut. Pergerakan pasukan Republik Indonesia diketahui oleh Belanda melalui pengamatan udara. Belanda kemudian mengerahkan pasukannya untuk menyerang posisi gerilyawan di Plataran. Pada pukul 06.00 pagi, pertempuran pun pecah. Belanda menyerang dari berbagai arah dan membakar pemukiman di sekitar lokasi sehingga posisi pasukan Republik Indonesia semakin sulit. Pasukan gabungan tersebut kemudian bergerak mundur untuk menyelamatkan pasukan dan mencegah lebih banyak korban.

Peristiwa Sejarah Perjuangan

Pejuang yang Gugur

a. Serma Kadet E. Mustofa b. Serma Kadet Sudarto c. Fanderik Kadet Sugiarto d. Fanderik Kadet Hardo S. e. Fanderik Kadet Muh Lili R. f. TP Letda Kandau g. Fanderik Kadet Muh Abdullili Rahli h. Fanderik Kadet Husaen i. Fanderik Kadet Sunarto j. Fanderik Kadet Suharsono k. Letda RM Utoyo Notodiharjo l. Letda Sukoco m. Fanderik Kadet Soesanto n. Fanderik Kadet Subiyakto o. TP Narwanto p. Fanderik Kadet Sudibya q. Letda Kusno Danudjo r. Fanderik Kadet Tarjono s. Letda Suroto t. Letda Prayitno u. Letda Suseno Utoro v. Letda Susbanderisman Untuk mengenang keberanian dan pengorbanan para pejuang dalam Pertempuran Plataran serta menjaga ingatan atas peristiwa bersejarah tersebut, maka dibangun Monumen Perjuangan Taruna Plataran atau juga dikenal sebagai Tetenger Plataran. Tetenger ini menjadi pengingat bahwa setiap tempat memiliki cerita dan setiap jejak memiliki makna. Mari mengenali sejarah di sekitar kita, menjaga ingatannya, dan mewariskannya kepada generasi mendatang.

Sumber Sejarah

Buku Tempat - Tempat Bersejarah Perjuangan Bangsa Kabupaten Sleman

Kuis Tetenger

Tetenger Plataran

2 pertanyaan · Koneksi internet diperlukan

Pesan & Kesan

Baca pengalaman pengunjung dan bagikan kesanmu.

Belum ada penilaian bintang untuk tetenger ini.